ANTARA CINTA DAN DERITA YANG MENJADI KATA




*ANTARA CINTA DAN DERITA YANG MENJADI KATA*
Kak Aiy

Di materi kita kali ini, kak Aiy lebih tepatnya ingin memberi sedikit motivasi saja. Mengingat Kak Aiy sudah beberapa hari tidak ngasih materi jadi buntu mau kasih materi apa, hehe :D

Cinta??
apa yg terlintas dibenakmu ketika mendengar kata ini?
kegembiraan? Kebahagiaan? Romantisme? Keindahan? Surgawi??
HOAX!! 
Saya tekankan sekali lagi bahwa itu adalah HOAX!!
🙂🙂
Bagaimana dengan derita??
Rasa sakit? Kesengsaraan? Luka? Perih?
HOAX!!
Dan ini Kak Aiy tekankan juga adalah sebuah HOAX!!
🙂🙂

Lalu apa yang benar kak Aiy?? Dan apa hubungannya dengan kata-kata? Bukankah itu hanya sebuah definisi emosi atau perasaan saja??
🙂🙂
 Yes, ini sangat berkaitan, kenapa??
Cinta itu bukanlah sekedar definisi yang selama ini kalian bayang-bayangkan.
*Cinta* adalah sebuah keikhlasan, yaa sebuah keikhlasan untuk memiliki dan melepaskan.

Keikhlasan inilah yang akan membuat emosi kita menjadi stabil, membuat seluruh pikiran terisi dengan hal positif, keinginan untuk berbagi akhirnya muncul, berbagi ilmu, berbagi pengetahuan, dan tanpa diperintah maka tanganmu akan mulai menarikan pena itu sesuai kehendak hati dan pikiranmu, sesuai keikhlasan yang tercipta, tak peduli seberapa banyak yang membaca, tak peduli berapa rupiah yang di dapat, tak peduli cibiran, tak peduli dengan nyinyiran, yang kau pedulikan hanya *SEBERAPA BERMANFAATKAH TULISANKU?*.

Pikirkanlah!! 
 Terus bagaimana dengan derita kak? Berpengaruhkah dengan tulisan juga?

Oh, tentu saja berpengaruh donk.

Alasannya??
 *Derita* adalah kondisi dimana seseorang kurang bahkan tidak bersyukur dengan apa yang ada padanya.

Tanganku luka kak, aku belum bisa menulis lagi, moodku rusak beserta boosternya sekalian.

Hehe, coba search google *SUN LUKANG* penulis Tiongkok tanpa tangan yang telah membuat 4 buku atau coba  search *SHANE BURCAW* seorang yang terkena gangguan otot sejak usia 3th dan bergantung pada kursi roda, namun ia masih semangat menulis.

Hellow gays, yang menganggap menulis seluas samudra.

Padahal tulisan bisa melebihi dunia ini, mencapainya hanya dengan doa dan imajinasimu, mewujudkannya hanya dengan menulis dengan senyumanmu pada lembar kertas.

Inilah derita yang sesungguhnya, rasa tidak bersyukur dan terkungkung pembatas dari ego sendiri.

Lepaskan!!

Lepaskan!!

Lepaslah terbang mengudara bersama rangkaian sajak yang akan membersamaimu, rangkaian kritik yang akan membangunmu, rangkaian doa yang terpanjat oleh orang-orang terkasihmu.

Biarkan dirimu terbebas oleh batas2 yang pernah kau buat sendiri, batas yang membatasimu untuk berlari dan melompat tinggi.


Admin
Penulis Muda Grup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MEMUNCULKAN IDE UNTUK MENULIS

MAJAS

MENCARI INSPIRASI TERBAIK KETIKA MENULIS