MAJAS
MAJAS
Majas merupakan gaya bahasa perumpamaan (kiasan) yg digunakan untuk menguatkan kesan suatu kalimat yg menimbulkan nuansa imajinasi bagi pembaca.
Sebagian besar sebagai penulis kita pasti sudah mengenal apa itu majas, tetapi kebanyakan dari kita jarang menggunakan majas secara maksimal pada tulisan kita
Kita bisa menambah wawasan melalui sering membaca sehingga bisa membedakan majas² tersebut
Majas secara garis besar dibagi menjadi 3 jenis yaitu majas perbandingan, majas pertentangan dan majas penegasan. Sedangkan ketiga majas tersebut dibagi lagi menjadi beberapa subjenis.
Majas Perbandingan
1. Personifikasi, majas ini seakan menggantikan fungsi benda mati yg dapat bersikap layaknya manusia. Contoh : daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku
2. Metafora, meletakkan sebuah objek yg bersifat sama dg pesan yg ingin disampaikan dlm bentuk ungkapan. Cth : pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari pemilik perusahaan
3. Hiperbola, mengungkapkan sesuatu dg kesan berlebihan. Kadang tidak masuk akal. Cth : orang tuanya memeras keringat agar anaknya dapat terus bersekolah
4. Eufemisme, mengganti kata² yg dianggap kurang baik dg padanan yg lebih halus. Cth : tiap sekolah sekarang diwajibkan menerima difabel (difabel = orang cacat)
5.Metonimia, menyandingkan merk sesuatu untuk merujuk pada benda umum. Cth : pak Anas naik Sedan (Sedan merujuk pada mobil)
6. Alegori, menyandingkan suatu objek dg kata² kiasan. Cth : suami adalah nahkoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga (nahkoda = pemimpin keluarga)
Majas Pertentangan
1. Litotes, ungkapan untuk merendahkan diri. Cth : selamat datang di gubuk kami. (gubuk = rumah)
2. Paradoks, membandingkan situasi asli dg situasi yg berkebalikan. Cth : di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.
3. Antitesis, memadukan pasangan kata yg artinya bertentangan. Cth : film tersebut disukai oleh tua - muda
Majas Penegasan
1. Repetisi, majas ini mengulang kata² dalam sebuah kalimat. Cth : dia pelakunya, dia pencurinya, dia yg mengambil uangku.
2. Klimaks, mengurutkan sesuatu dari tingkat rendah ke tinggi. Cth : bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan
3. Antiklimaks, kebalikan dari klimaks. Diurutkan dari yang tinggi ke rendah. Cth : masyarakat kota, pedesaan, hingga yang tinggal di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing²
4. Pararelisme, majas ini biasa terdapat dalam puisi yaitu mengulang sebuah kata dalam berbagai definisi yg berbeda. Cth : kasih itu sabar, kasih itu lembu, kasih itu memaafkan
Materi by : Kak Prathiwi Triyana
Anggota Aktif Penulis Muda Grup
Salam Literasi
Admin
Penulis Muda Grup

Komentar
Posting Komentar