SAMBUNG PUISI (IBU)
*IBU*
Senja kini..
sejuta kenangan yang mendalam..
di dalam mimpi..
tergantung harapan dan impian...
Ibu..
Kasihmu tak kan terganti...
Berjuta rasa telah kau berikan kepadaku dengan tulus dan penuh cinta
ibu..
ku harap kebahagiaan mengejarmu begitu pula kesedihan yang pergi menjauhimu
Senja..
Kembali menemani hangatnya pelukan eratmu..
terselip panjatan doa darimu..
Lalu fajar yang menjadi awal kisah baru..
Tentang kita..
Ibu...
Kerlip malam tak hantarkan tidurku..
Shimpony jangkrik tak nyenyakkanku..
Timang-timang ibu,
Itu yang aku harap
Rayuan nina bobomu ibu, itu yang ku cari,
Kelak harap ibu..
Ku rajut senyum terindah nan manis..
Bak pelangi dengan berjuta warna..
Apakah ada yang lebih cantik dari ibuku?
Tidak... demi apapun ibu pelita dalam lara
Pelindung dalam andai gejolak api..
Ibu..
Kau adalah sosok bidadariku yang selalu membuat ku tersenyum di sepanjang waktu..
Ibu...
Engkau bukan malaikat tanpa sayap...
Bukan pula bidadari yg turun dari surga...
Hanyalah sebatas manusia biasa...
Dengan penuh kasih dan cinta...
Ku memang tak dapat pinta..
Terlahir dari rahim siapa..
Tapi dari rahimmu ibu..
Aku tak lagi pantas..
Meminta apa-apa
Oh ibu...
rasanya tak ada rasa untuk merasakan kasih..
Meratapi lamunan munajat di sepertiga malam..
Demi menemukan semua pahatan lukamu..
Satu abad pun tak bisa
Sebab surga
Tak hanya ada
Di telapak kakimu
Surga ada
Di segala tentangmu
Simponi Malam, 25 Desember 2017
Sambung Puisi
Penulis Muda Grup
Sambung Puisi
Penulis Muda Grup

Komentar
Posting Komentar